Penyakit Ain

Penyakit ain berasal dari kata ‘aana – ya’iinu yang berarti terkena sesuatu hal dari mata. Penyakit ini merupakan gangguan yang disebabkan oleh pandangan mata yang disertai oleh perasaan iri dan dengki.
Siapa aja sih yang bisa kena ain? Everyone bisa kena ain, cowo pun bisa terkena ain, bahkan bayi pun lebih rawan terkena ain, bayi yang di dalam kandungan pun akan rawan meninggal jika terkena ain, penyakit ain juga bisa terjadi pada benda mati. Kenapa bayi lebih rawan terkena ain? Karena seseorang lebih sering mengekspose bayi nya yang lucu nan imut, misal seorang ibu yang bangga dengan anak pertamanya bahkan saat kehamilan pun di foto sana sini, kemudian di update dan banyak orang yang melihat alhasil orang yang melihat pun tanggapan nya berbeda, dan kebanyakan dari mereka memuji tanpa menyebut asma Allah, hingga menimbulkan rasa iri dan dengki akibatnya bayi tersebut akan rawan keguguran atau rawan terkena penyakit setelah kelahirannya. Jadi penyakit ain itu bisa terkena siapa saja, cewe maupun cowo.

Penyakit ain juga terjadi pada zaman Rasulullah SAW, dalam Hadits Riwayat Malik, dikisahkan Sahl bin Hunaif mandi di Al Kharrar. Amir bin Rabi’ah ketika itu melihatnya, ia kagum dengan indahnya kulit Sahl. Tak disangka Sahl jatuh sakit. Hal ini dikabarkan kepada Rasulullah SAW. Sahl pun menceritakan apa yang terjadi. Kemudian Nabi Muhammad berkata:

“Mengapa seseorang menyakiti saudaranya? Mengapa engkau tidak mendoakan keberkahan? Sesungguhnya penyakit ‘ain itu benar adanya, maka berwudhulah untuknya!” Amir bin Rabi’ah kemudian berwudhu sesuai anjuran Rasul dan air bekas wudhunya disiramkan ke Sahl. Sahl akhirnya sembuh.

Kisah nyata saat saya nyantri di Madiun, karena kebetulan masjid nya dicampur dengan warga sekitar pondok, ada satu cowo setiap ketemu cewe langsung menyembunyikan wajahnya bahkan langsung lari ketakutan, karena tingkahnya yang sangat aneh akhirnya salah satu santri memberanikan diri bertanya kepada ustadzah yang sudah lama menetap, singkat cerita, dulu cowo itu terkenal dan menjadi idola di sekolah karena banyak yang memujinya dan kagum sama dia, akhirnya dia kena penyakit ain yang sampai sekarang kalau melihat cewe langsung lari ketakutan seperti ingin dibunuh, akhirnya si ibu nya itu melatih anaknya untuk membiasakan ketemu cewe, meskipun masih suka lari ketakutan pas ketemu.

Akibat apa saja orang yang terkena ain? Orang yang terkena ain bahkan bisa menyebabkan kematian.

 Seperti hadits Rasulullah SAW:
“Sebab paling banyak yang menyebabkan kematian pada umatku setelah takdir Allah adalah ‘ain.“ (HR. Al Bazaar dalam Kasyul Astar 3/404, dihasankan oleh Al Albani dalam Shahih Al Jami’ No.2195)
Penyakit nya pun beragam jika terkena ain. Penyakit ain pada benda mati mengakibatkan benda tersebut akan rentan rusak, seperti seseorang yang memiliki mobil baru dan banyak orang yang memujinya tanpa menyebutkan asma Allah.
By the way, jenis pujian seperti apa sih yang rentan terkena ain? memberi pujian kepada seseorang diperbolehkan tetapi pujian yang sifatnya dikembalikan lagi kepada sang Maha pemilik SegalaNya, memuji seseorang secara berlebihan pun akan rawan terkena ain, seperti "cantik banget sih dia" menjadi "Masya Allah cantik banget"
"Hebat lu bisa keterima di kampus UI" menjadi "barakallah bro, bisa keterima di UI smoga ilmu lu tambah bermanfaat" sampai sini paham yah? Kadang saya sendiri pun masih takut terkena ain, mari kita sama sama mewaspadai penyebab terkena ain.
Misal, si a punya rasa dendam dan kesal sama si b nah keduanya bisa kena ain, lah kok bisa?  Bisa, rasa dengki juga bisa memengaruhi seseorang kena ain.
Ciri ciri nya gimana tuh orang kena ain?
Adapun ciri-ciri nya yang menurut orang orang itu remeh tapi ternyata dirinya pun terkena ain, oke by the way ini adalah ciri-cirinya:
1. Sakit kepala yang berpindah-pindah
2. Pucat di wajah
3. Pering berkeringat dan buang air kecil              4. Nafsu makan melemah.

5.Mati rasa, panas atau dingin di anggota badan

6. “deg-degan” di jantung (detak jantung yang cepat dan tidak beraturan)

7. Rasa sakit yang berpindah dari bawah punggung dan bahu
8. Bersedih dan merasa sempit (sesak) di dada
9. Berkeringat di malam hari
10. Perilaku (emosi) berlebihan, seperti ketakutan yang tidak wajar
11. Sering bersendawa, menguap atau terengah-engah
12. Menyendiri atau suka mengasingkan diri
13. Diam atau malas bergerak
14. Senang (terlalu banyak) tidur
15. Adanya masalah kesehatan tertentu tanpa ada sebab-sebab medis yang diketahui
Well, untuk ciri-cirinya usually setiap orang berbeda beda itu tergantung bagaimana dan sebesar apa ain yang ada di tubuhnya.
Terus cara nyembuhin penyakit ain gimana? adapun cara nyembuhin nya adalah dengan mandi pake air wudhu bekas orang yang kita iriin/ kita dengki. Biar lebih paham pake contoh deh, si a itu kesel bnget sama si b yang pinter, soleh dan punya segalanya smpe dia dengki banget dan iri nah si a itu sering pusing, ngantuk Mulu dan keluhan sebagai nya cara nyembuhin nya si a harus mandi bekas air wudhu si b, orang yang di iriin/dengki itu. Tetapi jarang orang yang mengetahui siapa yang kesal atau benci sama dia, dan kemungkinan nya sangat kecil mencari orang yang memiliki rasa iri/dengki terhadap kita.
Adapun cara lainnya ialah menurut anjuran Nabi Muhammad SAW pernah menyarankan bahwa seseorang untuk diruqyah untuk menyembuhkan dirinya dari penyakit ain. Sering mendengarkan ayat ruqyah atau membaca sendiri ayat ruqyah serta menjaga diri dari penyakit ain. 

Untuk mencegah adanya penyakit ain mari kita menjaga perasaan orang yang ada di sekitar kita, dengan menjaga lisan dan hati, terutama menjaga pandangan seseorang tentang kegiatan atau kehidupan kita  dengan cara tidak terlalu mengeksplor kegiatan kita bisa dibilang yaa meminimalisir mengupdate ini itu, atau meminimalisir kepo dengan kehidupan seseorang bisa jadi rasa iri itu hadir ketika kita sudah inscure dengan kehidupan orang entah dengan bentuk muka, kecantikan atau ketampanan seseorang dari situlah penyakit ain bisa muncul.

karena kita tidak tahu kapan dan dimana rasa iri dan inscure seseorang dengan kehidupan dan keberhasilan kita, saya juga masih belajar untuk hal ini,  mari sama sama belajar dan saling mengingatkan. JANGAN KEBANYAKAN INSCURE, MARI TINGKATKAN RASA BERSYUKUR. Wallahu'alam bisshowab.

~Septiyani Amelia~


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Self Healing

Pertemuan singkat

Life to learn